Selasa, 30 Agustus 2016

SBY kritik lagi, Jokowi tak akan bilang 'Sakitnya tuh di sini'...

Presiden RI ke-enam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali melempar kritikan kepada Presiden Joko Widodo setelah sebelumnya mengkritik terkait permasalahan perekonomian, sosial, keamanan dan pertahanan hingga isu politik. Kali ini, kritikan fokus pada persoalan kemaritiman.

Menanggapi itu, Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan, kritikan yang ditujukan kepada pemerintah akan disambut baik. Presiden Joko Widodo bahkan menjadikan kritikan tersebut sebagai bahan evaluasi ke depannya.

"Kalau bagi Presiden Jokowi enggak ada kata 'sakitnya tuh di sini'," kata Pramono di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin ((29/8).

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini menambahkan, kritikan itu seperti obat kuat yang bisa memperkuat dan menyehatkan kinerja pemerintah. "Jadi sekali lagi, yang sekarang mengkritik kan dulu pernah dikritik dan tahu bahwa kritik itu obat kuat," ucapnya.

Pada Sabtu (27/8), SBY yang mendapat kesempatan memberikan orasi ilmiah dalam acara wisuda Sarjana Universitas Al Azhar Indonesia di Gedung Manggala Wanabhakti, Kementerian Kehutanan, Jakarta, mengatakan pembangunan kemaritiman yang digagas Jokowi sebatas retorika.

"Saya sering mendengar kita ini bangsa maritim, negara kepulauan wajib hukumnya, harga mati pembangunan kita berwawasan maritim, tapi yang saya dengar, yang saya ikuti sebatas retorika," ujar SBY.

Menurut SBY, tujuan menggagas kemaritiman tidak bisa dicapai tanpa kerja nyata. Dengan demikian, dia menyarankan agar pemerintah tidak hanya beretorika tapi disertai dengan tindakan.

"Kondisi tak akan berubah kalau hanya retorika. Without action, without policy, without actual program to be implementasi," kata Ketua Umum Partai Demokrat ini.

Posting Komentar