Kementerian Luar Negeri Indonesia turut angkat bicara mengenai hilangnya peta Palestina di Google maps. Menurut juru bicara Kemlu RI Arrmanantha Nassir, hilangnya peta Palestina di Google seharusnya tidak terlalu dibesar-besarkan, karena peta Google bukanlah peta resmi dunia.

"Peta resmi dunia yang ada di PBB, kita bisa lihat Palestina. Yang terkait Google (maps) itu tidak perlu dipermasalahkan, karena yang jelas bukan peta resmi dunia," ucap Arrmanantha pada Kamis (11/8).
Nasir mengatakan Peta Google bukanlah peta resmi dunia, sehingga publik di Indonesia tidak perlu khawatir tentang tidak adanya Palestina dalam peta tersebut.
"Google Map (Peta Google) bukan peta resmi dunia, sama seperti peta Bing atau Apple yang dibuat untuk kepentingan perusahaannya sendiri," kata Arrmanatha Nasir di Jakarta, Sabtu.
Dia juga menegaskan sikap pemerintah Indonesia terhadap Palestina tidak akan berubah. Indonesia akan tetap mengakui kedaulatan dan kemerdekaan Palestina sampai kapanpun.
Arrmanatha menjelaskan, Pemerintah Indonesia mengacu pada peta resmi PBB yang telah mengakui Palestina sebagai nonmember observer state atau negara peninjau bukan anggota. "Bahkan ada Sidang Umum PBB 2015 lalu, bendera Palestina sudah dikibarkan di Markas Besar PBB di New York," kata dia.
Menurut Jubir Kemlu, dalam peta resmi PBB tersebut, batas antara Palestina dan Israel dipisahkan dengan "juris geospatial" garis hijau yang menggambarkan wilayah yang masih dipertentangkan.
Arrmanatha menegaskan Pemerintah Indonesia tidak akan berhenti memberikan dukungan bagi Palestina agar solusi dua negara dapat tercapai dan rakyat Palestina merdeka sepenuhnya.

Meskipun demikian, publik di Indonesia bereaksi cukup keras terkait tidak adanya nama Palestina dalam Peta Google, salah satunya disampaikan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Aqil Siroj. PBNU mendesak pihak Google Maps mengembalikan peta Palestina yang dihilangkan dan digantikan dengan Israel.
Hilangnya peta Palestina dari aplikasi Google Map memicu kemarahan dari banyak pihak. Salah satu pihak yang paling mengecam keras adalah forum wartawan lokal Palestina. Mereka menilai, langkah yang diambil oleh Google sebagai percobaan gagal yang bertujuan memalsukan sejarah dan geografi.
"Ini merupakan bagian dari skema Israel untuk membangun namanya sebagai negara yang sah untuk generasi yang akan datang dan menghapuskan Palestina sekali dan untuk selamanya," begitu pernyataan Forum Wartawan Palestina (PJF).
Kelompok ini menuntut Google mengembalikan nama Palestina sepenuhnya dari aplikasi Google Map dengan menunjuk semua wilayah Palestina yang diubah sebagai Israel sejak tanggal 25 Juli lalu.
Sementara itu, dalam sebuah pernyataan pada 10 Agustus 2016, Google mengakui bahwa tidak pernah ada nama "Palestine" dalam Peta Google, namun yang terjadi adalah terdapat kesalahan yang membuat label "Tepi Barat" dan "Gaza" hilang dari peta tersebut.
Kamis, 18 Agustus 2016
Palestina Hilang di Peta, Kemlu: "Jangan Dibesar-besarkan"
Tags :
Informasi Menarik,
Politik,
Related : Palestina Hilang di Peta, Kemlu: "Jangan Dibesar-besarkan"
Langganan:
Posting Komentar (Atom)