Wakil ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono didesak mencopot Nusron Wahid sebagai Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) lantaran dianggap mengabaikan tugasnya mengurusi persoalan Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Nusron dinilai lebih mengutamakan usuran politik setelah ditunjuk sebagai Ketua Tim Pemenangan calon petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di pemilihan Gubernur DKI (Pilgub) DKI ketimbang usuran TKI.

"Begini ya keberadaan Nusron sebagai Ketua Tim Pemenangan Ahok sebaiknya dia mengundurkan diri saja. Dan Joko Widodo harus segera memecat Nusron karena dia digaji negara sebagai Kepala BNP2TKI itu untuk ngurus TKI bukan untuk ngurus Pilkada Jakarta," kata Arif saat dihubungi, Jumat (26/8).
Menurut dia, Nusron digaji oleh negara bukan untuk mengurus Pilgub DKI tetapi memperjuangkan TKI. Apabila, fokus Nusron terbagi dua dengan urusan politik, ditakutkan kinerjanya di BNP2TKI menjadi tidak optimal.
"Kalau sudah begini yang ada nanti kinerja BNP2TKI tidak optimal dan yang akan jadi korban adalah para TKI karena Nusron menjadi tidak konsentrasi terhadap pekerjaannya ngurus TKI luar negeri," tegasnya.
Terlebih menurut dia, hingga kini masih banyak permasalahan TKI yang belum terselesaikan. Salah satunya seperti jaminan pelindungan TKI di Arab Saudi dan Malaysia.
"Apalagi masih banyak TKI yang masuk bekerja di luar negeri tidak mendapatkan perlindungan dari pemerintah seperti di Arab Saudi dan Malaysia," sambung Arif.
Jumat, 26 Agustus 2016
Gerindra desak Jokowi copot Nusron dari BNP2TKI jika fokus urus Ahok
Langganan:
Posting Komentar (Atom)